Minggu, 30 Mei 2010

MINUMAN SARI LIDAH BUAYA

Travaga - HorizontalSmall
Lidah Buaya dan Khasiatnya

Lidah buaya, yang selama ini dikenal sebagai tanaman yang digunakan untuk perawatan rambut, ternyata dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan maupun minuman. Tanaman ini mudah tumbuh di pekarangan rumah, tahan musim kering dan mudah tumbuh, tahan hama dan penyakit serta kaya zat gizi. Dalam daging lidah buaya, terkandung bermacam-macam mineral, asam amino, serat, enzim-enzim, vitamin serta berbagai zat bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan.

Lidah buaya yang biasa kita kenal adalah jenis Aloe Barbadensis atau lebih dikenal dengan nama Aloe Vera. Lidah buaya jenis ini banyak tumbuh di Indonesia. Lendir atau getah dalam daging buahnya selain digunakan sebagai penyubur rambut, ternyata secara tradisional tanaman ini banyak digunakan sebagai obat. Daging Aloe Vera dapat digunakan sebagai obat pencahar yang baik, serta membantu fungsi usus besar. Bila dicampur dengan gula, lendirnya dapat digunakan untuk mengobati asma dan batuk. Lidah buaya juga bersifat antiseptik, dan dapat merangsang jaringan sel kulit baru, sehingga efektif untuk penyembuhan radang kulit. Orang Indian menggunakan lidah buaya untuk mengobati luka bekas gigitan serangga, menjaga agar rambut tidak rontok, obat sakit mata, tumor, wasir dan mencegah penuaan kulit. Di Cina, tanaman ini banyak digunakan untuk mengatasi keluhan sakit perut dan usus besar. Sedangkan di Kongo digunakan sebagai obat pencahar (pencuci perut) dan menghilangkan bau badan.

Karena potensinya yang tinggi untuk kesehatan, di luar negeri Lidah Buaya banyak digunakan sebagai bahan baku utama untuk minuman kesehatan dan kecantikan. Lidah buaya jenis Aloe Vera tidak mengakibatkan keracunan baik pada manusia maupun hewan. Produk makanan yang dihasilkan biasanya berupa gel, juice, ekstrak dan serbuk.

Kandungan Utama Lidah Buaya


Lidah buaya tergolong tanaman hortikultura yang berasal dari kepulauan Canary di sebelah barat Africa Utara. Tanaman ini merupakan tanaman dengan batang yang pendek sekali, sekitar 50cm. Batang ini dikelilingi daun-daun tebal berbentuk pedang dengan ujung-ujung runcing mengarah ke atas.

Bagian dalam daun lidah buaya, berisi pulp atau daging daun yang berisi getah pekat dan bening. Bagian luar daunnya berupa kulit tebal yang mengandung klorofil. Kandungan unsur utama dalam lidah buaya adalah aloin, emodin, resin, gum dan minyak asiri. Kandungan aloin pada gel lidah buaya jenis Aloe Vera adalah 18 - 25%. Aloin mempunyai rasa getir, mengandung antibiotik dan bersifat antiseptik.

Minuman Sari Lidah Buaya
Bahan Yang Dibutuhkan :

1. Daun Lidah Buaya Aloe Vera
2. Gula Pasir
3. Garam Dapur
4. Asam Sitrat
5. Pewarna makanan (dianjurkan warna hijau)
6. Flavor (essence)
7. Alat yang diperlukan : pisau stainless steel, panci, baskom, kompor, blender dan saringan.

Cara Pembuatan :
1. Pilih daun Lidah Buaya yang tebal dan belum terlalu tua, karena rasa getirny belum terlalu tajam. Daun yang belum terlalu tua mempunyai ciri antara lain daun warna hijau, berbintik-bintik putih, bagian tepi daun berduri lunak dan berwarna pucat.
2. Daun lidah buaya kemudian dicuci, dikupas dan diambil dagingnya.
3. Daging lidah buaya kemudian dicampur air, dengan perbandingan 1 : 4. (Jika daun lidah buaya yang dipakai 100 gram, maka air yang dipakai 400 mL)
4. Kemudian daun lidah buaya dan air diblender sampai hancur, dan ekstrak yang diperoleh disaring dengan saringan kain atau plastik.
5. Hasil saringan lidah buaya, ditambahkan gula 10 - 15%, asam sitrat 0,1 - 0,2%, garam 0,025 - 0,1%, esence dan pewarna secukupnya. Selanjutnya dimasak pada suhu 85 - 90 derajat, selama 25 - 30 menit.
6. Dalam keadaan panas, dimasukkan ke dalam botol-botol yang sudah disterilkan (dimasak dalam air mendidih selama 1 - 2 jam), dengan menyisakan ruangan sebanyak 1,5 - 2,5cm dari atas tutup botol.
7. Panaskan dalam air mendidih, botol-botol yang sudah terisi tadi selama 10 - 15 menit, kemudian tutup dengan segera, dan biarkan dingin pada suhu ruang.
8. Beri label, dan sari lidah buaya siap dipasarkan.


(saduran dari Paket Industri Pangan untuk Pedesaan, IPB)

0 komentar: